Unggah Tudingan Umat SETAN, Oknum Guru Agama Kapuas Dipolisikan

0

Danum.id, Kapuas – Pemilik akun media sosial Facebook atas nama Bang Jalal dilaporkan ke Polisi. Gara-garanya, telah menuding sekelompok jamaah pecinta Maulid Nabi dengan sebutan umat Setan.

Forum masyarakat Bela Rakyat dan Ummat (Format Baru) Kuala Kapuas tidak terima dengan kalimat yang diunggah karena tulisan status Bang Jalal tersebut menjurus pada ujaran kebencian.

Mereka melaporkan status Akun tersebut ke Kapolres Kapuas, pada 25 November 2019, meski unggahan akun itu sebenarnya sudah sepekan sebelumnya. Menurut forum, hal itu membuat resah, sehingga mereka tidak mau tinggal diam.

bunyi cuitan status tersebut adalah “Bergemuruh yang mengaku umat Rasulullah memperingati Maulid Nabi, tapi pas shalat subuh jamaahnya cuma 10 orang, jangan-jangan umatnya “SETAN”. Rasul berdarah-darah berjuang menegakkan agama Allah, beliau minta kita hanya untuk shalat berjamaah ke ke masjid bagi laki-laki, kok gak mau. Katanya umat Rasul, katanya pecinta Rasul, bohong loo… itu umatnya setan”.

Unggahan itu disebut-sebut membuat kesal masyarakat. Status Bang Jalal yang diunggah pada 17 November 2019 pukul 06.08 WIB tersebut menyinggung perasaan umat khususnya pecinta nabi yang yang beberapa waktu sebelumnya berkegiatan memeringati Maulid Nabi.

“Kami merasa itu konten negatif, tidak mendidik, berisi berita bohong/hoax, dan ujaran kebencian. Atas status cacian itu, sehingga kami laporkan,” terang H. Nor Salim, perwakilan Format Baru, Selasa (26/11/2019).

Format Baru makin kesal, setelah tahu bahwa pemilik akun itu rupanya merupakan seorang aparatur sipil negara (ASN) dari kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kapuas berstatus guru aktif.

Informasi yang terhimpun, kesehariannya berprofesi sebagai guru di salah satu sekolah menengah negeri yaitu MAN Kuala Kapuas. Karena itu, Format Baru makin menyayangkan, justru ujaran kebencian disampaikan oleh aparat negara berlatar belakang Kemenag.

“Jadi kami menilai status tersebut tidak pantas dituliskan oleh seorang guru madrasah, yang tentu berpendidikan. Karena itu kami dari forum mengharapkan Kapolres Kapuas dapat menindak tegas pemilik akun Facebook Bang Jalal tersebut,” imbuhnya.

Nor Salim menandaskan, pelaporan itu sebagai upaya agar ketika sebagai tokoh panutan anak didik, tidak sepantasnya menyampaikan ujaran kebencian di media sosial yang bisa dibaca oleh banyak pihak dan banyak kalangan.

Sebaliknya sebagai seorang guru harus memberikan contoh yang baik bagi anak didik, tidak tergiur mencaci orang walaupun tidak sependapat, apalagi cacian tersebut menjurus pada kebencian. (Mrz/red)