Pengunggah Hoax Tak Kenal Strata, Sarjana PT Ternama pun Kena Ciduk Polda

0
Pelaku saat dipanggil ke ruangan Bidhumas Polda Kalteng, Selasa, terkait postingannya

Danum.id, Palangka Raya – Di era dunia digital sekarang ini, jika tidak bijak bermedia sosial (medsos) bakal berakibat fatal. Pengunggah hoax (berita palsu/bohong) bisa dilakukan siapa saja, bahkan tidak mengenal usia atau strata pendidikan.

Seseorang yang berpendidikan tinggi tidak menjamin untuk bijak menggunakan medsos. Contohnya Sulistio (30), warga Jalan Junjung Buih ini merupakan alumni perguruan tinggi (PT) ternama di Kota Palangka Raya. Ia diciduk Polda Kalteng karena unggah hoaks, ujaran kebencian dan pornografi, Senin (1/7/2019) sore.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Kalteng, Kombes Hendra Rochmawan atas nama Kapolda Kalteng Irjen Pol Anang Revandoko, membenarkan adanya temuan itu. Ia mengimbau semua pengguna medsos agar tidak mudah menyebarkan sesuatu yang belum valid kebenarannya.

Tim Cyber Troop Bidang Humas Polda menemukan akun media sosial milik pemuda yang berstatus sarjana mengunggah hoaks, ujaran kebencian dan pornografi. Yang bersangkutan berpendidikan, tetapi sayangnya tidak bijak bermedsos,” ungkap Hendra, Selasa (2/7/2019) pagi.

Unggahan Tio yang di-capture oleh Bidhumas Polda Kalteng

Hendra menjelaskan, pemuda yang biasa dipanggil Tio ini, dipanggil ke ruangan Bidhumas Polda karena telah mengunggah hoaks, ujaran kebencian dan pornografi di akun Facebook (FB) pribadinya dengan nama akun ‘Tio’.

Pengakuan yang bersangkutan, tutur Hendra, sudah melakukan (aksi itu) sejak tahun lalu, dengan alasan hanya ikut membagikan dan atau menulis status sesuai dengan konten yang didapatkannya lalu dibagi (share).

Unggahan Tio yang di-capture oleh Bidhumas Polda Kalteng

Mantan Kapolres Palangka Raya ini menegaskan, siapapun orang yang membuat dan ikut membagikan konten yang mengandung ujaran kebencian, hoaks dan pornografi sama-sama bisa dipidana. Hal tersebut sesuai dengan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Pelaku yang sekarang bekerja di sebuah perusahaan swasta ini, kasusnya masih didalami oleh polisi dan untuk sementara dikenakan wajib lapor setiap hari Senin dan Kamis. Saya mengimbau kepada semua pihak gunakan medsos dengan bijak dan santun. Mari kita stop hoaks, stop pornografi, stop ujaran kebencian dan SARA di medos,” tutup Hendra. (hms/red)