Edaran ‘Obat Dilarang’ Beredar, Polda Nyatakan Hoax

0
Hoax "Daftar Obat" yang beredar di dunia maya, sudah dinyatakan Hoax oleh Polda Kalteng

Danum.id, Palangka Raya – Perilaku ‘tanpa klarifikasi langsung sebar’ masih saja sering menghinggapi netizen, masyarakat pengguna jagad maya. ‘Saring sebelum sharing’ sudah kerap kali diimbaukan aparat, rupanya masih belum melekat. Kali ini Polda Kalteng menemukan postingan ‘Obat Dilarang’ ramai beredar.

Postingan di media sosial itu, berisi listing beberapa daftar obat dilarang dan mencatut nama Siloam Hospital, sebab kop surat edaran berisi listing itu menggunakan nama Rumah Sakit Swasta ternama tersebut, dan mencatut Kepala Bdan POM. Postingan sejenis ini, sebenarnya sudah lama juga pernah beredar.

Polda Kalteng bergerak cepat, menyatakan unggahan itu sebagai produk hoax (berita palsu/bohong). Jika tidak direspons cepat, dikhawatirkan menimbulkan keresahan bagi masyarakat terutama yang tidak memiliki pengetahuan memadai tentangnya.

“Postingan itu tidak benar, tidak bisa dipertanggungjawabkan. Harus kita sampaikan ke publik bahwa iu produk hoax dan menyesatkan,” terang Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Kalteng, Kombes Hendra Rochmawan, Kamis (11/7/2019).

Bidhumas Polda Kalteng memang mengunggah kembali postingan tersebut namun sudah membanned atau menimpa poster itu dengan tulisan ‘HOAX’ dengan maksud supaya publik tahu bahwa edaran itu palsu.

Ia menuturkan, di era dunia digital sekarang ini, semua pihak memang dituntut bijak bermedia sosial. Jika tidak, bisa berurusan dengan hukum. Pengunggah hoax (berita palsu/bohong) bisa dilakukan siapa saja, tidak mengenal usia, ataupun strata pendidikan.

Baru-baru ini, seseorang yang berpendidikan tinggi, alumni perguruan tinggi (PT) ternama di Kota Palangka Raya, melakukan hal tersebut. Ia diciduk Polda Kalteng karena mengunggah produkhoaks, ujaran kebencian dan pornografi, Senin (1/7/2019) sore. (Mrz/red)