Dewan: Angka Kekerasan Terhadap Perempunan dan Anak Harus Ditekan

0

Danum.id, Palangka Raya – Anggota DPRD Kalteng, Yustina Ismiati meminta pemerintah provinsi (Pemprov) untuk terus menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak. Sebab di provinsi berjuluk Bumi Tambun Bungai ini, angka prevalensinya masih cukup tinggi.

Menurut politisi Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini, pemerintah melalui instansi terkait harus melaksanakan berbagai langkah antisipatif. Sebab jika tidak, bisa saja malah terus meningkat.

“Angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Provinsi ini harus menjadi perhatian serius oleh pemerintah, harus ditekan, perlu diminimalisasi, karena sudah ada dasar hukum untuk penanganannya,” kata Yustina,” Sabtu (23/2/2019).

Undang-undang, sambung Yustina, sebetulnya sudah ada mengatur perlindungan anak dan perempuan. Anggota Komisi D DPRD Kalteng ini mengakui, meski sudah ada dasar hukum yang telah ditetapkan pemerintah tetapi tidak bisa dipungkiri kasus terhadap perempuan dan anak masih saja terjadi di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Kalteng.

Sebab itu, ia menghimbau seluruh aparat yang ada ditambah instansi terkait perlu terus mensosialisasikan terkait Undang-Undang penanganan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) Kalteng III, meliputi Kabupaten Kotawaringin Barat, Lamandau dan Sukamara ini mengemukakan, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak ini banyak dipicu pengaruh dari luar, misalnya tempat kerja, konflik ekonomi dan rumah tangga.

“Lalu pas ke rumah, istri atau anak menjadi sasaran amarah. Ppadahal belum tentu yang salah adalah istri dan yang salah adalah anak. Kadang-kadang dalam tanda kutip jangan sampai kedua orang ini sampai menjadi sasaran, harus dilindungi lah,” tutup Yustina. (Mrz/red)