Jalan Provinsi Ruas Kotim-Seruyan Dijanjikan Bakal Segera Mulus

0
Sugianto Sabran saat acara Kemah ELY 2019 yang mengambil tempat di kawasan Pantai Ujung Pandaran

danum.id, Sampit – Ruas Jalan Provinsi antara Sampit-Kuala Pembuang menarik perhatian Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran. Saat mengunjungi ruas ini usai Kemah ELY BERKAH 2019, ia menjanjikan penanganan lebih baik tahun depan.

Ruas jalan provinsi yang menghubungkan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menuju Kabupaten Seruyan itu akan mulai diperbaiki pada 2020. Hal ini diharapkan dapat memacu pergerakan ekonomi riil antara penduduk kabupaten induk dengan kabupaten pemekarannya tersebut.

“Tahun depan saya pastikan jalannya sudah mantap. Khususnya prioritas untuk yang  Sampit-Pantai Ujung Pandaran,” janji Sugianto kala berada di Pantai Ujung Pandaran, Minggu (1/12/2019).

Ruas jalan ini sangat penting karena menjadi akses utama yang menghubungkan dua kabupaten. Terlebih bagi Seruyan, ruas jalan ini sangat berarti karena menjadi akses utama untuk distribusi barang dan jasa asal Kota Palangka Raya maupun Kota Sampit.

Jalur ini juga menjadi penting bagi wisatawan yang hendak berwisata ke Pantai Ujung Pandaran. Jika jalan rusak maka akan berdampak kurang baik terhadap kunjungan wisata karena bisa membuat wisatawan malas berkunjung akibat perjalanan kurang nyaman.

“Ini tadi sekaligus melihat jalan provinsi dan tadi saya lihat ada sekitar 3 Km yang rusak. Kita ada dana anggaran Rp 60 miliar hingga Rp 100 miliar untuk menyelesaikannya,” terang dia.

Perbaikan ruas jalan lintas kabupaten itu juga merupakan bentuk dukungan pemerintah provinsi terhadap sektor pariwisata, khususnya pengembangan objek wisata Pantai yang diketahui sangat besar potensinya untuk terus dikembangkan.

Gubernur Sugianto (kaos merah) saat berjalan di atas butiran pasir Pantai Ujung Pandaran

Terlepas dari upanyanya itu, Sugianto juga menyoroti angkutan yang melebihi kapasitas kemampuan jalan MST 8 Ton, diantaranya kontainer maupun tronton pengangkut kelapa. Dia minta angkutan over kapasitas itu ditertibkan karena membuat jalan cepat rusak.

Pengusaha juga diingatkan untuk mengedepankan kepentingan masyarakat dalam menjaga jalan. Jangan sampai ego untuk penghematan atau efisiensi malah mengorbankan kepentingan masyarakat.

Seperti diketahui, kerusakan masih terjadi di sejumlah titik ruas jalan yang menghubungkan dua kabupaten yakni Kotim dan Seruyan. Kerusakan cukup banyak terlihat di Kecamatan Samuda hingga Teluk Sampit atau menuju objek wisata Pantai Ujung Pandaran di Kecamatan Teluk Sampit.

Pengendara roda dua harus berhati-hati karena rawan kecelakaan lalu lintas jika tertabrak lubang di jalan dalam kecepatan tinggi. Pengendara roda empat juga harus mengurangi kecepatan saat melintasi titik kerusakan jalan agar perjalanan bisa tetap nyaman dan terhindar dari kecelakaan. (Mrz/ant)