Ini Komentar DPRD Kalteng Terkait Sistem Zonasi Sekolah

0
Anggota DPRD Kalteng Duwel Rawing saat diwawancarai sejumlah wartawan di gedung DPRD Kalteng,

Danum.id, Palangka Raya – Pelaksanaan sistem zonasi sekolah menuai banyak komentar publik. Anggota Komisi C DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Duwel Rawing angkat bicara. Menurutnya, sistem zonasi tersebut sangat bagus untuk wilayah perkotaan sekaligus upaya pemerataan kualitas sekolah negeri.

Duwel menambahkan, penerapan sistem itu pasti juga akan menuai penolakan dari beberapa pihak. Antara lain karena bertentangan dengan tradisi atau pemahaman peserta didik dan orangtuanya yang cenderung memilih sekolah favorit atau diyakini terbaik.

“Kalau tidak diterapkan sistem zonasi, kualitas di satu sekolah dan sekolah lainnya akan terus menerus mencolok. Sekarang ini kan kondisi kualitas sekolah negeri tidak merata. Bahkan cenderung timpang, dan itu terjadi di semua daerah,” ungkap Duwel, Selasa (25/6/2019).

Meski begitu, pria yang pernah menjadi Bupati Katingan periode 2003-2008 dan 2008-2013 itu tetap menyarankan pemerintah, baik pusat maupun provinsi dan kabupaten/kota terlebih dulu meningkatkan kualitas sekolah negeri.

Peningkatan kualitas tersebut bisa dimulai dari sarana dan prasarana, kemampuan tenaga pengajar, hingga ke tingkat pedesaan. Dengan begitu, anggapan ada sekolah favorit atau terbaik dan tidak baik, bisa hilang dengan sendirinya.

“Pada dasarnya peserta didik, termasuk para orangtua, selalu ingin mendapatkan yang terbaik. Jadi, memperbaiki kualitas semua sekolah negeri merupakan kewajiban pemerintah jika tetap menerapkan sistem zonasi,” ucapnya.

Menurut legislator DPRD Kalteng itu, tanggungjawab dan pengelolaan sekolah negeri telah dibagi oleh pemerintah. Di mana sekolah menengah atas (SMA) maupun SMK, pengelolaan dan tanggungjawabnya kepada Pemerintah provinsi, sedangkan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) berada di kabupaten/kota.

“Peran tanggungjawab pengelolaan sekolah itu sudah dibagi supaya lebih fokus. Jadi, tinggal kemauan dan keseriusan pemerintah dalam meningkatkan kualitas seluruh sekolah di wilayahnya masing-masing,” tutup Duwel. (Ant/Afn)