Gelar Mukerwil, PPP Cari Titik Temu Untuk Kemaslahatan

0
Ketua DPW PPP Kalteng, Awaludin Noor

Danum.id, Palangka Raya –  Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) yang dibuka Minggu (4/8/2019) di Ballroom Luwansa, Palangka Raya.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Kalteng, Awaluddin Noor mengatakan, Mukerwil harus menjadi ajang mencari titik temu para pengurus partaiBerlambang Kakbah itu, guna mencari kemaslahatan bersama.

“Kita berkumpul disini untuk mencari dimana titik temu yang bisa menjadi kemaslahatan untuk semua, merancang apa yang bisa kita lakukan ke depan,” kata Awaluddin saat pembukaan.

Selain itu, Mukerwil yang digelar ini mengagendakan evaluasi terhadap pencapaian perolehan suara PPP pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 lalu, yang mana menurut Awaluddin, PPP banyak mengalami ujian luar biasa.

Namun ia meminta, semua kader PPP tidak boleh larut berlama-lama dirundung pesimisme. Karena sebenarnya PPP sudah kerap dihembus angin kencang namun faktanya PPP tetap tegak berdiri.

“Pada saat Pileg 2019 di semua kabupaten/kota alami ujian yang luar biasa. Tinggal bagaimana untuk meningkatkan soliditas. Sebab meski dirundung musibah, buktinya PPP tetap bisa raih 4 persen suara nasional,” kata Awaluddin.

“Tetapi memang manusia harus diuji. Tinggal bagaimana kita melewati ujian itu hingga berhasil dan menemukan hikmah dibaliknya. Nanti dalam forum harus dievaluasi dan ditelaah secara proporsional,” pungkas dia.

Plt Ketua Umum DPP PPP, Suharso Monoarfa saat pembukaan Mukerwil PPP Kalteng

Sementara itu Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum DPP PPP, Suharso Monoarfa justru menyatakan kebanggaannya pada PPP. Di saat badai menghantam, partai ini masih bisa mengumpulkan suara secara nasional sebanyak 6,3 juta.

“Saya dengar perolehan suara dan perolehan kursi di Kalteng ada riak, tetapi secara nasional mencapai 6,3 juta dan lolos aturan Parliamentary Threshold 4%. Perolehan kursi nasional 19, tetapi 2 lagi masih proses di MK,” ungkap Suharso.

Meski perolehan kursi menjadi sedikit, tetapi ia mengaku bangga dengan PPP yang sanggup menambah pundi suara di beberapa tempat, dibanding raihan sebelumnya di tempat itu. Selebihnya, akibat perubahan sistem perhitungan kursi.

“Perolehan kursi jadi sedikit, Tetapi partai kita ini jadi suara termahal perkursi dibandingkan partai besar lainnya. Sebab raihan suara kita ini ada banyak, tetapi tidak berbuah kursi. Ini karena sistem Saint League dan kita tidak siap dengan sistem baru ini,” bebernya. (Mrz/red)