Bupati Kotim Siap Bantu Pemulangan Mahasiswa dari Cina

0

Danum.id, Sampit – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Supian Hadi menyanggupi pihaknya siap membantu pemulangan mahasiswa Indonesia dari Cina.

Supian Hadi berharap mahasiswa dari Kotim yang kini sedang studi di Cina, untuk terus memberi informasi mengenai keadaan disana agar mudah koordinasinya.

“Kami terus memantau dan berkoordinasi dengan orangtua mahasiswa dan kementerian terkait. Kalau memang perlu kita yang harus memulangkan, kita upayakan untuk itu (memulangkan),” katanya, Jumat (31/1/2020).

Ia mengaku sudah menugaskan jajarannya untuk mendata mahasiswa asal daerah ini yang sedang kuliah di Cina. Serta berkoordinasi dengan orangtua para mahasiswa tersebut untuk memonitor kondisi anak mereka serta langkah apa yang akan diambil.

Terkait penyebaran virus, Bupati Kotim dua periode ini berharap penyebaran virus mematikan itu bisa ditanggulangi dan tidak sampai menyebar ke Kalteng, khususnya ke daerah yang dipimpinnya.

“Seluruh mahasiswa asal Kalteng, khususnya Kotim yang masih berada di Cina diharapkan menjaga kesehatan agar terhindar dari wabah penyakit tersebut,” katanya.

Sementara itu di Kotim, pemerintah daerah juga meningkatkan kewaspadaan seiring ditetapkannya Sampit sebagai salah satu dari 19 daerah yang rawan menjadi pintu masuk virus corona baru.

Hal itu lantaran ada kapal dari Cina yang masuk ke daerah ini sehingga berpotensi penularan jika ada anak buah kapal yang terjangkit.

Selain berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Klas III Sampit untuk memperketat pemeriksaan anak buah kapal dari luar negeri yang masuk ke Sampit, Pemkab juga melakukan antisipasi lain yakni menyiapkan RSUD dr Murjani Sampit untuk menangani jika ditemukan ada pasien terduga virus corona.

“Setelah disebutkan Sampit termasuk daerah rawan virus corona, kami langsung rapat dan saya memerintahkan manajemen RSUD dr Murjani Sampit menyiapkan ruang isolasi. Kalau sampai ada pasti heboh, tapi mudah-mudahan tidak ada,” sambung Supian.

Sementara itu, Khairul Anwar mahasiswa asal Kecamatan Parenggean yang sedang kuliah semester 6 di Nanjing University Finance and Economics Jurusan International Trade, Cina, mengatakan kondisi mereka saat ini dalam keadaan sehat.

Khairul menyebutkan, berdasarkan data sementara yang mereka himpun, saat ini ada 11 mahasiswa asal Kalimantan Tengah yang menimba ilmu di sejumlah perguruan tinggi yang ada di Cina.

Mereka adalah Khairul Anwar, Aji Setiawan dan Cindy Maulitika Yunifa dari Kotawaringin Timur, Wahyu, Hafiz, Ibrahim dan Yudia NR dari Palangka Raya, Fauzan dan Azwari dari Kapuas, Panji dari Barat Selatan dan Akhmad Fauzan dari Barito Utara.

“Alhamdulillah sampai saat ini kami dalam keadaan sehat wal afiat. Koordinasi juga terus kami lakukan dengan rekan sesama mahasiswa asal Kalteng,” kata Khairul.

Sementara Akhmad Fauzan dari Barito Utara yang kini masih berada di Kota Hangzhou mengakui dirinya dalam kondisi sehat dan selamat.

“Saat ini kota masih sepi dan orang jarang keluar, kecuali saat mau membeli keperluan makanan.Toko-toko masih ada yang buka, namun ada juga yang tutup,” kata Fauzan.
(Ant/Fhr/red)