Ceramah Maulid di Masjid UPR, Rektor UIN Ingatkan Berhala Baru

0

Danum.id, Palangka Raya – Rektor Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin Prof. Dr. Mujiburrahman, MA mengisi ceramah Maulid Nabi di masjid Shalahudin Universitas Palangka Raya (UPR), Sabtu (7/12/2019) malam. Ia mengingatkan wabah ‘Berhala Baru’ era sekarang.

Mujiburrahman mendefinisikan arti berhala, secara maknawi atau konseptual adalah sesuatu yang diciptakan manusia, kemudian manusia menyembahnya, itulah sosok berhala yang pada 14 abad lalu berwujud patung. Baik patung sekitar Ka’bah maupun patung era Namrud.

Di hadapan sekitar 700 an mahasiswa-mahasiswi yang memadati Masjid Shalahuddin kampus UPR tersebut, ia mengungkap sifat dan contoh wujud dari Berhala Baru tersebut antara lain gadget berikut internet of thing (IOT)-nya.

“Dulu fisiknya patung, dibuat oleh manusia lalu manusia yang menyembah buatannya itu. Sekarang ya HP atau gadget dengan internetnya, yang mengubah cara pandang dan cara hidup manusia,” ulasnya.

“Hati-hati dengan HP. Sekarang ini, orang bangun tidur saja yang dicari adalah HP. Semuanya diatur oleh HP, diperbudak. Kadang kala kita tidak sadar memberhalakan HP,” imbuh Mujiburrahman.

Menguatkan analoginya itu, ia pun mengutip data dari eks Menteri Kominfo Rudi Antara, yang menyatakan bahwa rata-rata orang Indonesia menghabiskan waktu 3,2 jam per hari untuk kunjungi Facebook (FB). Ini adalah bagian dari gejala narsisme yang melanda.

Manusia saat ini cenderung menjadi sosok yang menurutnya ia sebut Over Subjectivity. Kondisi psikososial tersebut semakin memberhala belakangan ini.

Bahagia, lanjut dia, diukur dengan kuantitas berapa jumlah like postingan, komentar, status, dan seterusnya. Seseorang ingin eksis dan cepat terkenal, dengan cara singkat dengan membikin status fitnah, hoax, kata alay, dan lain-lain.

“Ini juga mendera ke mahasiswa. Mereka alami namanya kegalauan pikiran, terlebih di era disrupsi informasi ini. Mereka tidak tahu betul apa tujuan kuliah, cita-cita mahasiswa, rencana hidup, filsafat hidup, dan seterusnya,” kata Mujiburrahman.

“Apa yang terjadi 14 abad yang lalu dengan sekarang sifat ini mirip-mirip saja hanya berbeda yang jadi objek. Kalau dulu dalam patung maka sekarang adalah sesuatu yang berwujud bukan sama tetapi porsinya sama,” pungkasnya mengingatkan.

Sebelumnya, salah seorang panitia yang juga akademisi UPR, Dr. Syamsuri Yusup mengatakan, peringatan Maulid Nabi yang diisi pembicara utama Rektor UIN Antasari, yang akan memberi hikmah peringatan Maulid Nabi dengan tema “meneladani akhlak Rasulullah SAW”. (Mrz)