RSUD Kabupaten Waktunya Tingkatkan Fasilitas

0

Danum.id, Palangka Raya – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kerapkali menjadi intitusi yang menuai kritik pelayanan maupun kondisi fasilitas. Kalangan DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) meminta RSUD di provinsi ini berbenah diri dengan terus meningkatkan fasilitas dan pelayanan.

“Sudah waktunya berbenah, meningkatkan standar layanan dan kualitas fasilitas-fasilitasnya setiap RSUD,”  imbau Sriosako, Anggota Komisi A DPRD Kalteng, Selasa (19/2/2019).

Hal ini perlu diingatkan, pasalnya semakin ke depan persaingan dalam hal memberikan pelayanan kesehatan bukan turun tetapi akan semakin meningkat. Sebab semakin hari, tuntutan masyarakat akan kecepatan dan kenyamanan semakin tinggi.

Terlebih saat ini banyak rumah sakit swasta yang mulai beroperasi di Kalteng yang menawarkan pelayanan cukup baik dengan fasilitas mentereng. Maka dari itu, fasilitas rumah sakit pemerintah juga harus mengimbangi untuk bisa bersaing.

“Jika RSUD tidak segera berbenah, dikhawatirkan akan ditinggalkan masyarakat. Lengkapi fasilitas kesehatan dan tambah tenaga ahli kesehatan untuk pusat pelayanan kesehatan seperti rumah sakit yang berada di kabupaten-kabupaten,” tandas dia.

Imbauan politisi Demokrat ini didasari fakta bahwa saat ini banyak rumah sakit di kabupaten yang merujuk pasiennya ke rumah sakit Doris Sylvanus melampirkan alasan tidak sanggup menangani karena kurang lengkapnya fasilitas dan tenaga ahli.

“Kadang-kadang alasan pihak rumah sakit di daerah itu tidak sanggup menangani, entah kekurangan obat atau fasilitas kurang lengkap lah, karena mereka tidak mau mengambil resiko. Jadi kalau ada pasien yang sakit, pasti dirujuk ke rumah sakit Doris Sylvanus,” kata Sriosako,

Parahnya, hingga saat ini jumlah pasien di RSUD Doris Sylvanus telah dipadati oleh pasien rujukan dari rumah sakit daerah, sehingga cukup sulit mencari kamar inap pasien baru.

Lebih lanjut Legislator yang mewakili dapil Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan dan Gunung Mas ini juga ia menyebut, apabila ada pasien di kabupaten yang dalam proses pengobatan, sebaiknya jangan langsung dirujuk, tetapi coba untuk ditangani terlebih dahulu.

“Lihat saja sekarang di sana, sudah sangat penuh oleh pasien rujukan dari kabupaten, inilah yang sebenarnya menjadi keluhan. Bahkan untuk mencari kamar inap saja sudah sangat sulit. Kalau memang seperti itu, mau tidak mau harus menambah fasilitas yang ada. RSUD kabupaten tidak mampu, paling tidak RSUD Doris Sylvanus-nya yang nambah,” tandasnya. (Mrz/red)