Meleset Dari Prediksi, Kalteng Belum Deflasi di Agustus 2018

0

Danum.id, Palangka Raya – Potret ekonomi Kalimantan Tengah (Kalteng) diprediksi sudah bisa deflasi (inflasi minus) walaupun dangkal di Agustus 2018. Nyatanya, Provinsi ini mengalami inflasi tipis selama Agustus 2018, yaitu sebesar 0,02 persen.

Prediksi bulan lalu, disampaikan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalteng saat berlangsung rapat bulanan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) bulan lalu di ruang rapat Asisten Sekda Kalteng.

Tetapi hasil potret Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng menyatakan lain. Benar saja di Kota Palangka Raya terjadi deflasi selama Agustus 2018 tetapi di Kota Sampit masih inflasi.

Sedangkan diketahui, indikator inflasi Kalteng adalah dua kota tadi, yaitu Kota Palangka Raya dan Kota Sampit.

“Kota Palangka Raya terjadi deflasi yaitu -0,13 persen, sedangkan di Kota Sampit terjadi inflasi sebesar 0,27 persen,” terang Kepala BPS Kalteng Hanif Yahya, Senin (3/9/2018) siang.

Hal ini berkebalikan dengan kondisi Juli 2018 yang lalu. Dimana justru Sampit yang deflasi, yaitu terjadi inflasi di Palangka Raya sebesar 0,04 persen dan sedangkan Sampit alami deflasi 0,06 persen.

“Berdasarkan dua kota acuan tersebut, provinsi ini mengalami inflasi 0,02 persen yang diikuti oleh laju inflasi tahun kalender (3,14 persen) dan inflasi tahun ke tahun (3,47 persen)” lanjut dia.

Sebagai perbandingan, untuk bulan lalu provinsi ini mengalami inflasi 0,01 persen yang diikuti oleh laju inflasi tahun kalender 3,13 persen dan inflasi tahun ke tahun 3,13 persen.

Hanif mengatakan, tidak hanya di daerah ini yang alami inflasi, karena 82 kota acuan se-Indonesia, 30 kota alami inflasi dan 52 kota alami deflasi. Di lihat dari posisi nasional, Sampit menempati peringkat ke-6 tertinggi inflasi dan Palangka Raya ke-50. Inflasi tertinggi di Tarakan, Kaltim yaitu 0,62 persen, dan deflasi tertinggi di Bau-Bau, Sulawesi Tenggara yaitu 2,49 persen. (red)