Dewan Tunggu Terobosan Pemerintah Terkait Murahnya Harga Rotan dan Karet

0
Anggota DPRD Kalteng, Sriosako

Danum.idPalangka Raya – Hingga sekarang komoditas rotan dan karet tetap menjadi primadona bagi masyarakat Kalteng. Sayangnya harga tidak stabil dan cenderung turun. Keluhan ini menjadi bulan-bulanan masyarakat, karena itu terobosan pemerintah sangat ditunggu mereka.

Kondisi itu yang membuat Anggota Komisi A DPRD Kalteng, Sriosako meminta pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota se-Kalteng, terus berupaya dan membuat berbagai terobosan dalam memasarkan komoditas rotan dan karet yang dihasilkan oleh masyarakat setempat.

“Pemerintah harus cepat membuat terobosan atasi masalah tersebut, baik pemerintah provinsi, kabupaten, maupun kota. Ini masyarakat sudah kerap mengeluh,” ucapnya, Kamis (27/6/2019).

Di sisi lain, Sriosako membenarkan tidak mudah membuat stabil harga rotan dan karet. Untuk itulah diperlukan kreativitas serta terobosan dari pemerintah untuk membuat harga terus stabil.

Wakil rakyat Dapil I yang meliputi Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan dan Gunung Mas itu mengatakan sekarang ini banyak masyarakat yang akhirnya beralih menanam  kelapa sawit, namun harganya juga relatif tidak stabil bahkan mengalami penurunan.

Alhasil, masyarakat menjadi semakin resah karena berbagai upaya yang dilakukan untuk meningkatkan perekonomian, seakan mendapat tantangan yang berat.

“Kami sering mendapatkan aspirasi dari masyarakat agar upaya yang serius dari pemeritah daerah guna menstabilkan harga komoditas tersebut,” tukasnya.

Menurut politisi Partai Demokrat itu, apabila pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-Kalteng tidak mengambil langkah serius dalam menstabilkan harga komoditas karet, rotan dan kelapa sawit, dikhawatirkan akan semakin menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Komoditas rotan, karet dan kelapa sawit memang sampai sekarang ini masih menjadi primadona bagi masyarakat Kalteng. Jadi, pemerintah berkewajiban untuk membuat harganya tetap stabil agar memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat,” tuntasnya. (Afn/red)